Sebelum bercerita lebih lanjut. Saya mau tanya dulu, konsep liburan kalian seperti apa?
1. Apakah pergi keluar dan eksplorasi tempat wisata seharian? Atau,
2. Berdiam diri dalam hotel setengah hari, lalu wisata kuliner dan kemudian sudah kembali ke hotel di sore hari.
Saya pernah mengalami keduanya. Berangkat dari Surabaya ke tempat wisata, hanya sekedar ingin liburan tanpa tahu destinasi wisata mana saja yang akan dituju. Akhirnya menyewa hotel dengan harga "lumayan" dengan fasilitas yang sepadan. Setengah hari saya habiskan di hotel untuk menentukan tujuan. Fasilitas hotel justru membuat saya mager dan tak ingin kemana-mana. Jatuhnya malah cuman numpang tidur doang bukan liburan.
Tanpa rencana yang jelas, tidak sedikit teman-teman yang berlibur ke tempat wisata baru, justru malah terjebak di hotel setengah hari hanya untuk merencanakan pergi kemana. Nah, jika tujuan dari awal sudah jelas mau eksplorasi mana saja, kalian akan tertantang untuk segera keluar dari tempat penginapan dan kembali saat semua destinasi sudah dikunjungi.
Saya pribadi, lebih suka jika penginapan hanya ditujukan sebagai tempat istirahat setelah seharian eksplore tempat wisata yang sudah ada dalam list. Oleh karena itu, pilihan penginapan yang saya tuju tidak lebih dari Rp 300 ribu. Karena, rasanya sayang kalau saya harus menyewa hotel bintang sekian padahal saya beraktivitas di luar seharian (emang dasarnya pelit dan ga punya duit aja sih 😛)
Akhir-akhir ini sudah banyak bermunculan aplikasi yang memperkenalkan kalian beberapa pilihan hotel atau penginapan seperti homestay dengan harga bersaing. Tapi, yang murah jangan asal murahan ya, kalian juga perlu mempertimbangkan faktor kenyamanan. Caranya, bisa dilihat dari kolom komentar orang-orang yang pernah menginap di penginapan tersebut.
Kalau saya, pilihan jatuh pada aplikasi baru yakni airy rooms. Ini bukan endorse, karena saya sendiri merasakan manfaat setelah instal app airy rooms di smartphone saya. Tawaran penginapan yang diberikan di airy rooms nggak cuman murah, tetapi juga nyaman dan aman. Hari pertama, saya menginap di Ndalem Ngadiwinatan. Jaraknya hanya 10 menit dari stasiun Tugu, Yogyakarta.
Saya datang pukul 22.34 WIB. Berhubung ini homestay, saya sudah berpikir wah bakal susah nih bangunin pemilik rumahnya. Ternyata tidak! Bahkan sang pemilik rumah dengan ramah membukakan pintu dan memberi kunci kepada kami.
Dari pengalaman saya, penginapan murah pasti fasilitas seadanya. Ternyata, lagi-lagi tidak! Hal pertama yang diberitahukan sang pemilik rumah adalah wifi dan password. Kecepatannya pun bisa diadu. Kemudian, ada beberapa snack dan minuman untuk dua orang yang bisa dinikmati secara GRATIS!
![]() |
| Snack dan minuman diberikan secara gratis |
Kami masih terpukau aja (norak ya, hehehe) karena biasanya di hotel-hotel, jika disediakan snack semacam ini harus bayar. Meskipun nggak di semua hotel sih.
Lanjut ke fasilitas lain. Di nDalem Ngadiwinatan, kamarnya sudah dilengkapi AC dan TV. Belum lagi kasur yang lumayan empuk dan bersih. Kamarnya tergolong luas, jika ditempati untuk berdua saja.
![]() |
| Kamar di Ndalem Ngadiwinatan |
Nunu: Nay, aku lho nggak bawa sampo sama sabun, cuman bawa anduk sama sikat gigi.
Nay: Lah, sama aku juga
Nay: Lah, sama aku juga
Nunu: Pikirku alah paling ntar kamu juga bawa
Nay: Yasalam Nunu, sama aku juga mikirnya kayak gitu. Tapi lho Nu, ntar kita nginepnya di homestay bukan hotel, kayaknya nggak ada deh fasilitas handuk, sabun, shampoo gitu.
Nunu: Yaudah nanti beli sachetan sama sabun batang aja di sana.
(Ujung-ujungnya selalu begitu 😂)
Kekhawatiran kita tidak terjadi. Begitu masuk kamar mandi, sudah tersedia DUA HANDUK! Belum lagi, ada 2 sikat dan pasta gigi yang sudah nangkring di wastafel. Kita langsung melongo, takjub dengan layanan homestay yang kerjasama dengan airy rooms. Kita bagaikan menginap di hotel dengan layanan bintang lima.
Meskipun tidak dapat sarapan, tetapi pihak homestay memberikan kopi dan teh secara gratis setiap pagi.
Bagian terpenting dari cerita ini adalah, biaya menyewa homestay nDalem Ngadiwinatan lewat aplikasi airy rooms adalah sebesar Rp 160 ribu saja teman-teman. Jika dibagi dua, otomatis saya dan Nunu hanya menghabiskan dana Rp 80 ribu per malam, dengan fasilitas yang membuat kita merasa nyaman.
Kalian ada pengalaman sewa penginapan murah, aman dan nyaman? Bagi ceritanya dong 😊


Tidak ada komentar:
Posting Komentar